Saturday, August 25, 2012

FUNGSI MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN


Belajar tidak selamanya hanya bersentuhan dengan hal-hal yang kongkrit, baik dalam konsep maupun faktanya. Bahkan dalam realitasnya belajar seringkali bersentuhan dengan hal-hal yang bersifat kompleks, maya dan di balik realitas. Karena itu, media memiliki andil untuk menjelaskan hal-hal yang abstrak dan menunjukan hal-hal yang tersembunyi. Ketidak jelasan atau kerumitan bahan ajar dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Bahkan dalam hal-hal tertentu media dapat mewakili kekurangan guru dalam mengkomunikasikan materi pelajaran (Pupuh Fathurrohman dan M Sobry Sutikno, 2009: 65).
Namun perlu diingat, bahwa peranan media tidak akan terlihat apabila penggunaannya tidak sejalan dengan esensi tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Karena itu, tujuan pengajaran harus dijadikan sebagai pangkal acuan untuk menggunakan media. Manakala diabaikan, maka media bukan sebagai alat bantu pengajaran, tetapi sebagai penghambat dalam pencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Melalui penggunaan media pembelajaran audio visual diharapkan dapat mempertinggi kualitas proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas prestasi belajar siswa.
Menurut M Sobry (2008: 102 - 103) Bahwa ada beberapa fungsi penggunaan media dalam proses belajar mengajar, di antaranya:
a.       Menarik perhatian siswa;
b.      Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran;
c.       Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan);
d.      Mengatasi keterbatasi ruang;
e.       Pembelajaran lebih komunikatif dan prodiktif;
f.       Waktu pembelajaran bisa dikondisikan;
g.      Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar;
h.      Meningkatkan motivasi siswa yang mempelajari sesuatu/menimbulkan gairah belajar;
i.        Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam, serta;
j.        Meningkatkan kadar keaktifan/keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Jelaslah bahwa media audio visual merupakan media yang sebaiknya digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Media merupakan salah satu metode untuk memperoleh kemudahan ketika proses pembelajaran dirasakan menemui kerumitan dan kebosanan dalam pembelajaran.
Menurut Wina Sanjaya (2009: 169), secara khusus media pembelajaran memiliki fungsi dan peran untuk:
a.       Menangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa tertentu
Peristiwa-peristiwa penting atau objek yang langka dapat diabadikan dengan foto, film, atau direkam melalui video atau audio, kemudian perstiwa itu dapat disimpan dan dapat digunakan manakala diperlukan. Guru dapat menjelaskan proses terjadinya gerhana matahari yang langka melalui hasil rekaman video. Atau, bagaimana proses perkembangan ulat menjadi kupu-kupu; proses perkembangan bayi dalam rahimdari mulai sel telur dibuahi hingga menjadi embrio dan berkembang menjadi bayi. Demikian juga dalam pelajaran IPS guru dapat menjelaskan bagaiman terjadinya pristiwa proklamasi melalui tayangan televise atau sebagainya.
b.      Memanipulasi keadaan, peristiwa, atau objek tertentu
Melalui media pembelajaran, guru dapat menyajikan bahan pelajaran yang bersifat abstrak menjadi konkret sehingga mudah dipahami dan dapat menghilangkan verbalisme.
Untuk memanipulasi keadaan, media dapat menampilkan suatu proses atau gerakan yang terlau cepat yang sulit diikuti seperti gerakan mobil, gerakan kapal terbang, gerakan-gerakan pelari atau gerakan yang sedang berolah raga; atau sebaliknya dapat mempercepat gerakan-gerakan yang lambat, seperti gerakan pertumbuhan tanaman, perubahan warna suatu zat, dan lain sebagainya.
c.       Menambah gairah dan motivasi belajar siswa
Penggunaan media dapat menambah motivasi belajar siswa sehingga perhatian siswa terhadap materi pembelajaran dapat lebih meningkat. Sebagai contoh sebelum menjelaskan materi pelajaran tentang polusi, untuk dapat menarik perhatian siswa terhadap topic tersebut, maka guru memutar film terlebih dahulu tentang banjir atau tentang kotoran limbah industri dan lain sebagainya.

Dari beberapa fungsi di atas, maka media pembelajaran memiliki nilai praktis sebagai berikut:
1.    Media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa.
2.    Media dapat mengatasi batas ruang kelas. Hal ini  terutama untuk menyajikan bahan belajar yang sulit dipahami secara langsung oleh peserta. Dalam kondisi ini media dapat berfungsi untuk:
a.       Menampilkan objek yang terlalu besar untuk dibawa ke dalam kelas
b.      Memperbesar serta memperjelas objek yang terlalu kecil yang sulit dilihat oleh mata telanjang, seperti sel-sel butir darah/molekul bakteri dan sebagainya.
c.       Mempercepat gerakan suatu proses yang terlalu lambat sehingga dapat dilihat dalam waktu yang lebih cepat.
d.      Memperlambat proses gerakan yang terlalu cepat.
e.       Menyederhanakan suatu objek yang terlau kompleks.
f.       Memperjelas bunyi-bunyian yang sangat lemah sehingga dapat ditangkap oleh telinga.
3.    Media dapat memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara peserta dengan lingkungan.
4.      Media dapat menghasilkan keseragaman pengamatan.
5.      Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, nyata, dan tepat.
6.      Media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang peserta untuk dapat belajar dengan baik.
7.      Media dapat membangkitkan keinginan dan minat baru.
8.      Media dapat mengontrol kecepatan belajar siswa.
9.      Media dapat memberikan pengalaman yang menyeluruh dari hal-hal yang konkret sampai abstrak.

No comments:

Post a Comment